This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 23 Mei 2016

Take-Two: GTA Remaster Harus Terlihat Berbeda!

rockstar-logo-600x365
Tidak disangkal lagi, franchise GTA hingga saat ini masih dicari gamer. Bahkan untuk seri game GTA lawas sekalipun, seperti yang berasal dari console PS2, rasanya masih banyak gamer yang ingin memainkannya kembali, terutama untuk Vice City dan San Andreas. Meskipun hal itu adalah kesempatan emas untuk membuat kembali game lawas di console saat ini, dan mengeruk keuntungan tanpa banyak usaha, tetapi Take-Two berpikiran lain. Rockstar Games dan Take-Two mengatakan masih memikirkannya, tetapi perusahaan tersebut berpendapat remaster GTA harus terlihat bagus secara kreatif dan membuat gamer bahagia, tidak hanya sekadar alat untuk mencari keuntungan.
Pendapat tersebut dilontarkan oleh CEO Take-Two Strauss Zelnick dalam laporan penghasilan publisher tersebut. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Take-Two dan Rockstar Games dalam mengembalikan game GTA terdahulu, mengikuti tren yang dilakukan beberapa publisher belakangan ini, Zelnick menyatakan apakah langkah itu akan menyenangkan konsumer, dan terlihat bagus. Ia juga menekankan perusahaannya tidak digerakkan oleh mencari kesempatan menghasilkan keuntungan dengan cara yang tidak kreatif.
Take Two tak menutup potensi sebuah Remaster seri GTA, namun mereka menuntut hasil yang benar-benar berbeda.
Take Two tak menutup potensi sebuah Remaster seri GTA, namun mereka menuntut hasil yang benar-benar berbeda.
“Kami akan mulai dengan bertanya, apakah langkah itu akan menarik dari mata konsumer, akankah mereka senang dengan itu, apakah langkah itu akan mencerminkan brand dengan baik, begitu juga dengan reputasi perusahaan?” tambahnya. Ia juga menekankan, “Bila jawabannya ya, maka itu akan menjadi kesempatan yang bagus. Bila tidak, maka kami akan menolaknya. Saya rasa itulah sudut pandang kami, yang menjadi dasar dari keputusan yang diambil label [Rockstar dan 2K].”
Pada kesempatan sama, Take-Two juga membicarakan mengenai kesempatan berkaitan dengan upgrade hardware PS4 dan Xbox One. Menurut Take-Two, semua itu adalah kesempatan untuk melepas game di console bersangkutan. Perusahaan ini juga berpendapat bahwa pihak yang paling kreatif, paling inovatif, dan paling efisien akan menang, dan itu pula yang menjadi tujuan perusahaan take-Two.

Gran Turismo Sport Tetapkan Tanggal Rilis

Untuk genre racing, Sony memang ketinggalan jauh dari sang kompetitor utama – Microsoft yang secara konsisten menelurkan seri  Forza yang kini tak hanya untuk Xbox One, tetapi juga berakhir di PC. Playstation 4 memang sempat diperkuat Driveclub – judul baru yang dipersiapkan oleh Evolution Studios untuk bersaing dengan tren seperti ini namun sayangnya, berakhir kegagalan. Semua gamer tahu bahwa Playstation 4 sudah saatnya punya setidaknya satu judul Gran Turismo untuk mengisi kekosongan dan mulai bersaing kembali dengan Microsoft. Untungnya? Mereka tak perlu menunggu terlalu lama.
Setelah sempat diumumkan eksistensinya beberapa waktu yang lalu, seri terbaru Gran Turismo pertama untuk Playstation 4  – Gran Turismo Sport akhirnya mendapatkan tanggal rilis pasti. Game racing ini akan meluncur tahun ini juga! Game ini akan hadir dengan beragam mode: Arcade, Campaign, Brand Central, Sport, Livery Editor, Scrapes, dan beragam fitur sosial. Akan ada lebih dari 117 events di mode offline, 137 varian mobil, 19 lokasi, dan kurang lebih 27 layout, termasuk Tokyo Expess Way yang terinspirasi dari salah satu jalan di Jepang.
gran turismo sport9
gran turismo sport8
gran turismo sport7
gran turismo sport6
gran turismo sport5
gran turismo sport4
gran turismo sport3
gran turismo sport2
gran turismo sport1
gran turismo sport
Proses pre-order akan memberikan Anda akses instan ke beberapa varian mobil seperti Toyota FT-1 Vision GT Group 3, Peugeot HDi FAP LMP1, dan Ford Mustang Group B Rally Car. Sebuah limited edition yang ditawarkan dengan harga lebih mahal juga akan masuk sebagai alternatif bundle yang bisa Anda beli.
Gran Turismo Sport akan meluncur pada tanggal 15 November 2016 mendatang, eksklusif untuk Playstation 4. Tertarik?

Ubisoft Kembangkan Far Cry: Blood Dragon 2?

far cry 3 blood dragon
Apa selanjutnya? Ini mungkin pertanyaan besar yang menyelimuti benak sebagian besar gamer yang sudah mencicipi Far Cry Primal. Keunikan konsep masa pra sejarah yang diusung seri yang dirilis awal tahun tersebut memang terhitung berhasil. Perang dengan teknologi terbatas dan kombinasi dunia open-world yang indah tetap menawarkan formula sebuah game Far Cry yang terasa familiar namun punya pendekatan yang berbeda. Jika melihat kebiasaan Ubisoft selama ini, maka sebuah seri spin-off seperti Primal biasanya akan diikuti dengan sebuah seri utama yang memuat angka di dalamnya. Far Cry 5? Rumor justru mengarah ke seri yang cukup banyak diantisipasi gamer – Blood Dragon 2!
Ubisoft memang belum angkat bicara sama sekali soal seri Far Cry terbaru saat ini, namun rumor pertama menyebut bahwa besar kemungkinan proyek teranyar ini akan berakhir dengan Far Cry: Blood Dragon 2. Informasi ini muncul setelah salah satu voice actor yang juga merupakan aktor ternama – Michael Beihn “tak sengaja” membocorkannya dalam sebuah wawancara yang terekam di ajang Comic Con UK. Beihn secara terbuka menyebut bahwa ia baru saja merekam suara untuk proyek yang ia sebut, “game kedua” dari Blood Dragon. Ubisoft sendiri masih belum angkat bicara soal rumor yang satu ini.
Michael Beihn - salah satu voice actor menyebut bahwa ia baru saja merekam suara untuk sebuah proyek yang ia sebut sebagai "game kedua" Blood Dragon.
Michael Beihn – salah satu voice actor menyebut bahwa ia baru saja merekam suara untuk sebuah proyek yang ia sebut sebagai “game kedua” Blood Dragon.
Apakah ini berarti kita akan mendapatkan Far Cry: Blood Dragon 2 dalam waktu dekat ini? Ataukah ia tetap akan muncul sebagai seri spin-off setelah Far Cry 5? Atau Beihn yang justru salah, dan suaranya dipakai untuk Trials of Blood Dragon – sebuah seri game Trials yang kabarnya akan memuat dunia Blood Dragon di dalamnya? Kita tunggu saja.

Gran Turismo Sport Siapkan Efek Kerusakan Mobil

Kehadiran trailer beserta pengumuman tanggal rilis Gran Turismo Sport untuk PS4 minggu lalu merupakan angin segar untuk fans seri game balapan tersebut. Menambahkan informasi mengenai game Gran Turismo baru, yang menurut developer Polyphony berbeda dengan Gran Turismo 7, pimpinan franchise Gran Turismo Kazunori Yamauchi memastikan game tersebut akan memiliki efek cuaca dan kerusakan mobil. Hal itu ditambahkan oleh Yamauchi karena pada saat Gran Turismo Sport diperlihatkan, efek tersebut masih belum ditambahkan.
Menurut Yamauchi, Polyphony saat ini sedang mengerjakan penambahan efek kerusakan tersebut pada Gran Turismo Sport. Sedangkan untuk efek cuaca, pihak developer masih mempertimbangkan apakah akan menggunakan cuaca yang bisa dipilih sendiri oleh gamer sebelum bermain, bukan efek cuaca dinamis yang terjadi secara acak. Selain itu, Yamauchi juga mengatakan Polyphony menargetkan untuk memberikan resolusi 1080p dan frame rate 60 fps di dalam game tersebut. Ia juga menambahkan Sport saat ini masih bermasalah dengan besaran frame rate yang ditargetkan tersebut.
Polyphony berusaha membuat GT Sport berjalan di 60fps, hadir dengan efek cuaca dan kerusakan mobil.
Polyphony berusaha membuat GT Sport berjalan di 60fps, hadir dengan efek cuaca dan kerusakan mobil.
Gran Turismo Sport sendiri merupakan game yang sempat diumumkan pembuatannya Oktober lalu. Melalui pengumuman dan demonstrasi yang diadakan minggu lalu, game untuk PS4 ini direncanakan akan dirilis pada 15 November di Jepang dan 18 November di UK. Game balapan khas PlayStation ini juga akan menampilkan 130 mobil serta dukungan permainan offline dan online.

GameFight: Rise of the Tomb Raider VS Uncharted 4

rottr-vs-uc4
Anda dan kami tahu bahwa ini jadi pertarungan yang tak lagi terhindarkan. Dua buah game yang mungkin menawarkan karakter utama dan cerita yang berbeda, tetapi mengusung mekanik dasar gameplay yang hampir sama. Keduanya bercerita tentang penjelajah yang berusaha mengejar artifak kuno dengan janji sebuah harta karun yang bahkan tak bisa ditemukan oleh penjelajah legendaris sekalipun. Dan tentu saja, keduanya tak akan bisa melakukannya dengan mudah apalagi dengan sosok antagonis yang sepertinya berusaha mengejar hal yang sama. Baik Uncharted dan Rise of the Tomb Raider mengusung sisi aksi, eksplorasi, dan sedikit bumbu puzzle di dalamnya. Menariknya lagi? Kedua bersaing dengan cita rasa yang serupa di tahun yang sama, yang membuat artikel GameFight menjadi pertarungan yang mau tak mau, harus terjadi.
Anda yang sempat membaca review kami sebelumnya, baik untuk Rise of the Tomb Raider maupun Uncharted 4, tentu bahwa kami jatuh hati dengan dua buah game ini. Rise of the Tomb Raider adalah penyempurnaan dari seri pertama yang kini menawarkan sosok Lara Croft yang lebih tangguh dengan konflik misterius yang lebih personal. Hampir semua hal yang disukai gamer dari seri pertamanya diperkuat di seri kedua ini dengan ragam inovasi yang memukau. Sementara Uncharted 4: A Thief’s End juga tak berbeda. Dikembangkan oleh tangan dingin Naughty Dog, ia berakhir jadi sebuah game super solid yang memenuhi hampir semua hype yang sempat tercipta sebelum rilis resminya. Kami tak ragu menyebutnya sebagai salah satu alasan solid untuk mulai memikirkan Playstation 4 sebagai konsol pilihan karena kualitasnya yang pantas dipuji. Keduanya hadir dengan peningkatan yang lebih baik dari rilis seri sebelumnya.
Dengan semua persamaan elemen dan kualitas yang hampir serupa ini, Rise of the Tomb Raider dan Uncharted 4: A Thief’s End pantas untuk masuk ke dalam ring pertarungan untuk artikel GameFight kali ini. Siapakah yang menurut kami berhasil tampil lebih baik? Kami akan membahasnya dari setiap elemen yang ada, termasuk kelemahan, kekurangan, dan siapa yang berhak mendominasi dari setiap kategori tersebut.

Plot

Rise of the Tomb Raider jagatplay part 1 (75) Uncharted 4 new story trailer (41)
Seperti yang sempat kami bicarakan sebelumnya, Rise of the Tomb Raider dan Uncharted 4 sebenarnya berbagi sebuah konsep yang sama – seorang penjelajah yang berusaha mencari harta karun klasik untuk sebuah harta karun / kekuatan yang menakjubkan. Menariknya lagi? Keduanya juga berusaha mengeksplorasi pendekatan cerita yang lebih personal  dengan menggali masa lalu atau rahasia karakternya yang tak pernah dibicarakan sebelumnya. Lara Croft berusaha mempelajari masa lalu sang ayah dan artifak yang berakhir menjadi obsesinya. Di saat yang sama, ia juga “diburu” oleh sebuah organisasi misterius yang sepertinya mengejar hal yang sama dan berakhir dengan sebuah plot twist. Namun sayangnya di mata kami, ini tetap berakhir jadi sebuah game action dengan alur cerita yang klise. Sementara di sisi lain, lewat seri keempatnya, Uncharted mulai mendewasa. Ini bukan lagi sekedar soal Nathan Drake yang terlibat aksi gila untuk petualangan terakhirnya, tetapi juga soal pengkhianatan, pengorbanan, dan sebuah kesimpulan dari kisah yang terbangun selama ini. Untuk urusan plot, Uncharted 4 jadi jawara.

Rise of the Tomb Raider (0) VS Uncharted 4 (1)


Visualisasi

Rise-of-the-Tomb-Raider-jag Uncharted 4 jagatplay PART 1 (159)
Baik Rise of the Tomb Raider maupun Uncharted 4 adalah sebuah game yang secara visual, memang tampil memesona. Keduanya dibangun dengan platform generasi saat ini sebagai fokus hingga ada kesempatan untuk menawarkan sebuah game yang lebih indah dari sisi estetika. Tekstur yang lebih baik, lingkungan yang lebih luas, efek cahaya, ledakan, dan kehancuran di sana-sini, serta detail wajah yang kini tampil lebih baik. Pendekatan kamera yang sinematik di beberapa titik juga cukup untuk membuat kita merasa tengah menikmati sebuah film ber-budget tinggi di layar lebar. Namun jika harus mencari siapa yang terbaik, maka Uncharted 4 juga harus diakui memenangi kategori yang satu ini. Implementasi physics, detail kualitas tata cahaya, hingga kemampuannya untuk menangkap emosi tiap karakter lewat detail ekspresi wajah yang memesona membuatnya terasa lebih mengagumkan daripada Rise of the Tomb Raider itu sendiri. Tak hanya itu saja, efek lumpur atau sekedar rambut yang basah juga membuat Uncharted 4 terlihat mengagumkan.

Rise of the Tomb Raider (0) VS Uncharted 4 (2)


Gameplay

Rise of the Tomb Raider jagatplay part 1 (225) Uncharted 4 jagatplay PART 1 (266)
Gameplay mungkin satu-satunya yang tak terlalu naik signifikan dari Uncharted 4 dan jauh lebih menarik di Rise of the Tomb Raider. Naughty Dog memang berusaha menawarkan sesuatu yang lebih inovatif lewat konsep dunia yang linear tetapi lebih luas dan sistem grappling hook untuk ekstra aksi di dalamnya. Namun pada akhirnya, walaupun dengan handling senjata yang lebih baik sekalipun, ia tak terasa punya banyak peningkatan dibandingkan seri-seri sebelumnya. Hal inin terasa berbeda dengan Rise of theTomb Raider yang kini mengeksplorasi lebih jauh sensasi game open-world yang ada. Dunia luas yang bisa Anda kunjungi kapanpun Anda inginkan, weapon handling yang terasa lebih realistik apalagi dengan panah yang jadi andalan, hingga kebutuhan untuk mencari resource secara konsisten untuk memperkuat diri adalah kombinasi yang berakhir jauh lebih kompleks dan menarik. Uncharted 4 memang punya puzzle yang lebih solid, tetapi bukan berarti Rise of the Tomb Raider tak menguji otak Anda di beberapa titik permainan.

Rise of the Tomb Raider (1) VS Uncharted 4 (2)


Character Design

Rise of the Tomb Raider jagatplay part 1 (77) Uncharted 4 jagatplay PART 1 (50)
Desain karakter tak pernah hanya soal seperti apa tampilannya di luar, pakaian, aksesoris, atau senjata seperti apa yang digunakan. Karena pada akhirnya, berbeda dengan game-game yang mengeksplorasi sisi mitologi atau fantasi dengan makhluk raksasa di dalamnya, baik Rise of the Tomb Raider maupun Uncharted 4 tetaplah berfokus pada sosok “manusia biasa” dengan petualangan yang luar biasa. Kategori ini justru bersinar dari seberapa baik mereka memproyeksikan karakter yang mereka tawarkan dalam kapasitas mereka sebagai manusia biasa. Untuk urusan yang satu ini, Naughty Dog adalah rajanya. Ia meramu sebuah cerita dimana karakter berjalan dan bereaksi sebagaimana manusia yang selama ini Anda tahu. Elena sedih ketika Nathan berbohong padanya dan Anda bisa melihat semua hal itu jelas lewat ekspresi yang ada, atau Sully yang semakin tua dan terlihat semakin bijaksana, hingga Nadine yang seolah bisa Anda kenali kekuatannya dari sekedar proporsi tubuh dan stance-nya ketika bertarung. Rise of the Tomb Raider sendiri terlalu berfokus pada sosok Lara Croft hingga tak ada celah bagi karakter lain untuk bersinar. Berita buruknya untuk Lara Croft? Sebagian besar ekspresinya, setidaknya 85% darinya, berisikan erangan dan teriakan rasa sakit.

Rise of the Tomb Raider (1) VS Uncharted 4 (3)

Music

Rise of the Tomb Raider jagatplay part 1 (223) Uncharted 4 jagatplay PART 1 (90)
Sebutkan satu music yang paling Anda ingat ketika selesai memainkan Rise of the The Tomb Raider? Anda dan saya mungkin berakhir garuk-garuk kepala karena memang lagu latar belakang yang Anda temui selama mencicipi petualangan Lara Croft ini bukanlah sesuatu yang bisa dibilang memorable. Uncharted 4 sendiri sebenarnya terlibat dalam situasi yang hampir serupa, namun harus diakui punya setidaknya beberapa ekstra lagu yang cukup melekat di otak Anda. Namun kekuatannya adalah bagaimana music yang ditawarkan ini justru memperkuat atmosfer dari petualangan yang Anda jalani. Menyelami kota tua penuh misteri yang seharusnya memuat banyak harta karun di dalamnya dan justru menemukan kejutan di sana-sini, OST Uncharted 4 memerangkap sensasi misteri ada dengan jauh lebih baik. Ada sensasi petualangan dan usaha mencari jawaban yang lebih kentara di sana.

Rise of the Tomb Raider (1) vs Uncharted 4 (4)


World Design

Rise of the Tomb Raider jagatplay part 1 (105) Uncharted-4-jagatplay-PART-1-215-600x338
Anda tak akan bisa membicarakan sebuah game petualangan penuh kebudayaan dan reruntuhan kuno seperti Rise of the Tomb Raider dan Uncharted 4 tanpa membicarakan desain dunia yang ia tawarkan. Karena pada akhirnya, ada kebutuhan untuk membuat gamer percaya dan tertarik untuk mengeksplorasi reruntuhan kuno yang jadi tema utama mereka. Walaupun bergerak ke banyak tempat dengan varian lingkungan yang berbeda, sensasi dunia yang ditawarkan oleh Rise of the Tomb Raider terasa serupa satu sama lain dan sekedar berbeda dari sisi tekstur atau atmosfer yang berbeda belaka. Sementara di Uncharted 4, variasi ini terasa lebih kuat dan menarik. Anda akan menyelami sebuah hutan lebat dengan kota yang hancur berantakan, pada luas Madagascar dengan ekstra lumpur di sana-sini, kota dengan pasar ramai, hingga masa lalu yang kini sudah dikuasai kembali oleh alam dengan genangan air dan rumput tinggi di sana-sini. Kombinasi tempat yang “dingin” dari Rise of the Tomb Raider sulit untuk menundukkan variasi yang ditawarkan Naughty Dog di Uncharted 4, yang bahkan memuat sesi eksplorasi untuk sekedar melihat seperti apa kehidupan sehari-hari Nathan Drake di masa pensiunnya. Seandainya Anda bisa menjelajahi isi rumah Lara Croft untuk sekedar mencari latar belakang cerita soal ayahnya.

Rise of the Tomb Raider (1) vs Uncharted 4 (5)


Epicness

Rise of the Tomb Raider jagatplay part 1 (171) Uncharted 4 jagatplay PART 1 (164)
Game mana yang berakhir lebih epic? Karena kita tahu, banyak gamer yang sempat membandingkan cita rasa seri Tomb Raider reboot di 2013 lalu dengan apa yang ditawarkan seri lawas Uncharted. Dimana tak hanya harus berhadapan dengan musuh-musuh saja, Anda juga harus melawan kondisi ekstrim dan hancurnya lingkungan yang semuanya seolah didesain untuk mengakhiri hidup Anda secepat mungkin. Lantas, siapa yang berakhir lebih epic? Siapa yang mampu menawarkan lebih banyak situasi yang tak hanya sekedar berakhir dramatis, tetapi juga penuh kejutan di sana-sini? Untuk urusan yang satu ini, Uncharted 4 kembali mendominasi. Bukan berarti Rise of the Tomb Raider buruk, tetapi ia menawarkan porsi sesi aksi yang menurut kami, berakhir kalah epic dengan apa yang ditawarkan Uncharted 4. Salah satu contoh? Ketika Nathan dan Sam bertarung melawan Nadine, ketika Nathan “tak sengaja” merobohkan menara penuh lonceng untuk meraih sebuah clue baru, atau ketika mereka harus  bertarung di tengah badai hujan. Rise of the Tomb Raider memang menawarkan beberapa scene epic, namun fakta bahwa ia berakhir lebih banyak sebagai cut-scene dan bukan sesuatu yang bisa Anda rasakan secara langsung cukup mengecewakan. Bahkan, kami tak ragu menyebut bahwa Uncharted 4 menawarkan salah satu scene game action paling fenomenal yang pernah kami temui ketika Nathan berusaha mengejar Sam yang tengah diburu oleh truk dan sepeda motor bersenjata dengan lumpur dimana-mana.

Rise of the Tomb Raider (1) vs Uncharted 4 (6)


And the Winner is: Uncharted 4!

rise of the tomb raider uncharted-4-cover-600x789
Sebuah pertarungan ketat antara dua buah game yang tak hanya berhasil menawarkan sesuatu yang jauh lebih baik daripada rilis seri sebelumnya tetapi juga menetapkan standar untuk sebuah game action yang cukup tinggi. Namun dengan semua keterbatasan yang ada, Uncharted 4 membuktikan kualitas yang membuatnya pantas menyabet gelar pemenang dari sesi GameFight kali ini. Ia mungkin tak terlalu memesona dari sisi gameplay dengan musik yang juga tak seberapa istimewa, namun hampir semua elemen lain yang ditawarkan oleh Naughty Dog berakhir nyaris sempurna. Konklusi cerita yang memuaskan, kualitas visualisasi yang memesona, salah satu scene terbaik di game action yang pernah kami temui, hingga sisi emosi karakter yang terproyeksikan begitu jelas dan kuat membuat kami akhirnya memilih Uncharted 4: A Thief’s End.
Jika Anda termasuk gamer yang pernah memainkan kedua game ini, jangan ragu untuk meninggalkan komentar jika Anda merasa bahwa penilaian di atas menganut indikator yang dirasakan tidak berimbang. Apalagi jika Anda merasa bahwa Rise of the Tomb Raider tampil jauh lebih sempurna dibandingkan Uncharted 4. Tidak ada yang lebih menarik bagi seorang gamer selain membuka diri dan bertukar sudut pandang ketika menikmati game-game terbaik yang ditawarkan oleh industri game saat ini. Please feel free to discuss!

Review Assassin’s Creed Syndicate: Solid Tapi Tak Banyak Berbeda!

Assassin's Creed Syndicate jagatplay (35)
Tak lagi mampu ditangani seorang diri, Ubisoft akhirnya mulai menerapkan sistem yang sama seperti yang ditawarkan Activision untuk franchise miliaran USD yang juga jadi sumber uang utamanya – Call of Duty. Setelah ditangani hanya oleh Ubisoft Montreal selama ini, didukung dengan rilis Assassin’s Creed Unity yang dipenuhi masalah teknis, Ubisoft akhirnya memutuskan untuk mulai menggilir poses pengembangan game open-world bertema sejarah andalannya ini ke developer yang lain – Ubisoft Quebec. Tahun 2015 menjadi ajang pembuktian Quebec yang selama ini hanya berperan sebagai developer pendukung. Jawaban yang mereka tawarkan mengalir bersama dengan timeline yang kian maju di Assassin’s Creed Syndicate.
Sebagian besar Anda yang sudah menyimak artikel preview kami tampaknya sudah mengerti apa yang ia tawarkan. Seperti yang sempat kami bahas sebelumnya, kesan pertama yang ia tawarkan memang lebih solid dibandingkan apa yang ditawarkan Montreal di Assassin’s Creed Unity. Unity lebih terasa seperti sebuah proyek eksperimental yang berusaha mendorong franchise populer ini ke level yang baru, terutama dari sisi kualitas visual dan kosmetik. Sebuah kebijakan yang jadi bumerang mematikan, apalagi dengan kritik pedas yang mengalir di sana-sini. Assassin’s Creed Syndicate jadi proyek pembelajaran. Mereka mengerti apa yang salah dengan Unity, menghindari hal yang membuat gamer marah, mengembalikan apa yang membuatnya dicintai, dan menawarkan sebuah setting dan karakter baru di dalamnya.
Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Assassin’s Creed Syndicate ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri solid yang tak banyak berbeda? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Maka seperti seri-seri AC sebelumnya, ia masih berkisar soal pertarungan antara Templar vs Assassin.
Maka seperti seri-seri AC sebelumnya, ia masih berkisar soal pertarungan antara Templar vs Assassin.
Dari segi plot, seperti kebiasaan di seri seri sebelumnya, tak ada banyak hal yang berbeda di Syndicate. Anda masih terjebak dalam pertarungan klasik antara para Assassin dan Templar yang tak pernah jelas ujungnya dengan agenda masing-masing. Assassin percaya bahwa dunia sudah selayaknya berada di kekuasaan dan keputusan yang banyak, sementara Templar berjuang untuk mengendalikan segala sesuatunya dalam kekuasaan yang lebih otiriter. Keduanya bertarung di balik bayangan sejarah dan menjadi kekuatan yang mempengaruhi banyak ikon sejarah yang selama ini kita kenal. Assassin’s Creed Syndicate masih berkisah dengan benang merah yang sama.  Bedanya? Kali ini pertempuran tersebut terjadi di masa Revolusi Industri, Inggris.
Anda kini berperan sebagai saudara kembar Fryes - Jacob Frye dan Evie Frye.
Anda kini berperan sebagai saudara kembar Fryes – Jacob Frye dan Evie Frye.
Mengikuti jejak sang orang tua, mereka berambisi membebaskan London dari cengkeraman Templar yang dipimpin oleh Starrick.
Mengikuti jejak sang orang tua, mereka berambisi membebaskan London dari cengkeraman Templar yang dipimpin oleh Starrick.
Anda tak lagi hanya memerankan satu, tetapi dua orang karakter utama – Jacob dan Evie Frye, saudara kembar beda jenis kelamin dengan orang tua yang sudah memegang teguh perannya sebagai seorang Assassin. Dengan jiwa muda pemberontak dan optimisme yang kuat bahwa mereka sudah memiliki kemampuan seorang Assassin yang memang pantas, Frye bersaudara memutuskan untuk “membebaskan” London yang dikuasai oleh seorang Templar kuat bernama Crawford Starrick. Bukan pekerjaan yang mudah tentu saja mengingat jaringan Templar yang sudah begitu mengakar di beragam sektor ekonomi di kala itu.
Tapi keduanya punya metode berbeda. Jacob percaya bahwa menghancurkan gang yang jadi pondasi kekuasaan Templar - Blighters adalah kunci utama untuk memenangkan pertarungan yang terlihat "mustahil" ini.
Tapi keduanya punya metode berbeda. Jacob percaya bahwa menghancurkan gang yang jadi pondasi kekuasaan Templar – Blighters adalah kunci utama untuk memenangkan pertarungan yang terlihat “mustahil” ini.
Sementara Evie ingin merebut dan melumpuhkan "senjata utama" Templar - Piece of Eden.
Sementara Evie ingin merebut dan melumpuhkan “senjata utama” Templar – Piece of Eden.
Namun Jacob dan Evie sendiri punya dua sudut pandang yang sangat berbeda terkait solusi untuk melemahkan kekuasaan Templar. Evie merasa bahwa solusi terbaik adalah dengan merebut “senjata utama” para Templar. Benar sekali, ia ingin mencari Piece of Eden – artifak penuh kekuatan dari peradaban generasi pertama yang juga jadi sumber plot Assassin’s Creed – di London. Sementara di sisi lain, Jacob lebih memilih untuk membawa perang ini ke area yang lebih terbuka. Ia percaya bahwa solusi terbaik adalah mencabut akar kekuasaan para Templar yang didukung oleh sebuah gang bernama Blighters dengan menciptakan gang baru bernama Rooks. Dengan menghancurkan Blighters, ia percaya bahwa London akan jatuh ke kekuasaan para Assassin. Terlepas dari metode yang berbeda, keduanya berbagi satu misi sama yang juga didukung oleh seorang Assassin berdarah India – Henry Green.
Tantangan seperti apa yang harus dihadapi keduanya?
Tantangan seperti apa yang harus dihadapi keduanya?
Lantas, tantangan seperti apa saja yang harus dihadapi oleh Jacob dan Evie Frye? Mampukah mereka membebaskan London dari kekuasaan para Templar? Apakah mereka akan menemukan Piece of Eden yang baru? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Assassin’s Creed Syndicate ini.

Selamat Datang di London!

Selamat datang di London!
Selamat datang di London!
Setelah berkutat dengan masa Revolusi Perancis yang ikonik di seri Unity sebelumnya, Ubisoft memutuskan membawa Syndicate ke era Revolusi Industri di London. Maka seperti seri-seri sebelumnya, keakuratan representasi kota besar ini tentu saja jadi nilai jual tersendiri, apalagi mengingat dinamika yang unik ketika industri mulai naik dan menjadi basis untuk kehidupan yang lebih modern. Untuk urusan yang satu ini, Ubisoft mengeksekusi elemen ini dengan sangat luar biasa. Tak hanya luas, landmark khas London juga ditawarkan dengan detail memesona di sini lengkap dengan efek tata cahaya dramatis dan efek cuaca berubah yang membuat segala sesuatunya lebih sempurna. London di era modern ini akan membuat mata Anda senantiasa termanjakan.
Ia berhasil menangkap gejolak revolusi industri Inggris dengan tepat, lengkap dengan detail landmark yang juga pantas untuk diacungi jempol.
Ia berhasil menangkap gejolak revolusi industri Inggris dengan tepat, lengkap dengan detail landmark yang juga pantas untuk diacungi jempol.
Kota juga terlihat dinamis dengan segala aktivitasnya.
Kota juga terlihat dinamis dengan segala aktivitasnya.
The best part? Sungai Thames yang fantastis!
The best part? Sungai Thames yang fantastis!
Bagian terbaik dari London? Tak hanya sekedar arstitektur bangunan khas yang masih kita temui di area modern saat ini, tetapi juga sungai raksasa yang membelah kota raksasa yang satu ini. Benar sekali, kita tengah membicarakan Sungai Thames. Kehadiran sungai dengan aktivitas lalu lintas kapal yang padat ini memberikan nuansa yang baru di Assassin’s Creed Syndicate. Tak hanya berhasil memotret visualnya dengan baik, ia juga berhasil diimplementasikan ke dalam sisi gameplay yang sama kerennya. Membajak kapal, mencuri beragam kargo yang bertebaran di dalamnya, atau sekedar melewati tiap kapal dengan gerak lincah jadi pemandangan memanjakan mata tersendiri.
Satu yang menarik dan pantas jadi catatan, Ubisoft Quebec tak “sebodoh” Montreal ketika mereka menjual Unity. Ia tidak memaksakan bahwa London harus jadi kota dengan penduduk super ramai yang hilir mudik dengan kegiatan ekonomi yang sibuk karena industri yang berkembang. Aktivitas tersebut direpresentasikan dengan jalan yang lebih luas dan beragam kendaraan berupa kereta kuda yang memenuhinya. Tak ada lagi “pemaksaan” untuk memuat ratusan NPC dalam satu layar seperti blunder yang terjadi di Unity tahun lalu. Hasilnya? Tak hanya London terasa lebih natural, ia juga tak banyak menghadirkan masalah teknis. Framerate stabil, tak ada gerak NPC yang tak natural, minim bug, Quebec belajar banyak.
Tak "sebodoh" Unity yang mati-matian menyuntikkan ratusan NPC dalam satu layar yang tak punya signifikansi apapun, Syndicate tak menawarkan hal tersebut. Efek positifnya? Minim masalah teknis.
Tak “sebodoh” Unity yang mati-matian menyuntikkan ratusan NPC dalam satu layar yang tak punya signifikansi apapun, Syndicate tak menawarkan hal tersebut. Efek positifnya? Minim masalah teknis.
Tata cahaya yang masih memesona.
Tata cahaya yang masih memesona.
Hasilnya? Dengan minimnya masalah teknis seperti ini, atmosfer yang ditawarkan London membuatnya lebih bisa dipercaya. Luas, detail, penuh landmark yang memanjakan mata, efek tata cahaya yang masih memesona, kombinasi cuaca yang dinamis, masalah teknis minim, secara garis besar – Assassin’s Creed Syndicate menawarkan sebuah London yang akan mudah Anda nikmati.

Tetap Assassin’s Creed yang Anda Kenal

Masih sebuah seri AC yang selama ini Anda kenal!
Masih sebuah seri AC yang selama ini Anda kenal!
Untuk memastikan dirinya berbeda dengan seri-seri sebelumnya, Syndicate tentu saja harus menawarkan sesuatu yang baru, terutama dari sisi mekanik gameplay. Sebuah keharusan tentu saja agar ia menyatu dengan atmosfer dan tema Revolusi Industri di London, yang membuat Syndicate menjadi seri Assassin’s Creed paling modern sejauh ini. Ada banyak hal yang berubah secara total dan dimodifikasi untuk menciptakan sensasi baru ini, namun secara garis besar, Assassin’s Creed Syndicate tetaplah seri Assassin’s Creed yang selama ini Anda kenal.
Sebuah formula yang tak pernah berubah sejak tahun-tahun sebelumnya, Syndicate tetap mengusung sistem open-world khas Assassin’s Creed. Ini berarti Anda akan berhadapan dengan sebuah peta besar yang bisa Anda eksplorasi sejak awal permainan. Akan ada beberapa poin sinkronisasi yang akan meminta Anda untuk memanjat titik tertinggi untuk membuka serangkaian misi sampingan yang ada, di luar misi utama dalam bentuk ikon berbeda yang bisa dipicu untuk mendorong progress cerita yang kembali, terbagi ke dalam beragam sekuens. Formatnya masih sama, misi akan punya objektif optional untuk diselesaikan. Secara garis besar, ia tetaplah sebuah seri Assassin’s Creed yang Anda kenal. Alhasil? Terlepas dari beragam hal baru yang ia tawarkan, pengalaman bermain yang Anda hadapi tak akan banyak berbeda.
Secara garis besar, ia mengkombinasikan sistem side mission dan main mission yang mirip dengan seri-seri sebelumnya.
Secara garis besar, ia mengkombinasikan sistem side mission dan main mission yang mirip dengan seri-seri sebelumnya.
Seperti sistem multi-karakter ala GTA, Anda bisa menggunakan Evie ataupun Jacob ketika mengekplorasi dan menempuh misi sampingan kecil.
Seperti sistem multi-karakter ala GTA, Anda bisa menggunakan Evie ataupun Jacob ketika mengekplorasi dan menempuh misi sampingan kecil.
Walaupun punya set skill yang hampir serupa, Jacob lebih difokuskan pada pertempuran terbuka sementara Evie bersinar di gaya stealth.
Walaupun punya set skill yang hampir serupa, Jacob lebih difokuskan pada pertempuran terbuka sementara Evie bersinar di gaya stealth.
Walaupun demikian, AC Syndicate menawarkan banyak hal baru yang untuk pertama kalinya diaplikasikan di franchise raksasa ini. Pertama, tentu sistem dua karakter yang ia usung. Hampir serupa dengan sistem tiga karakter yang disuntikkan Rockstar di GTA V, Anda bisa bebas menggunakan Jacob maupun Evie ketika tengah mengeksplorasi London secara bebas. Keduanya memang hadir dengan set skill yang hampir mirip satu sama lain, namun cukup berbeda seiring dengan progress. Tidak ada senjata eksklusif untuk masing-masing karakter ini, namun Jacob lebih punya kemampuan ekstra untuk bertarung secara terbuka sementara Evie berfokus pada kemampuan stealth yang lebih optimal. Anda bisa bebas menggunakan karakter di beberapa misi sampingan, namun Anda akan dipaksa untuk menggunakan karakter tertentu ketika mengakses sisi cerita utama yang ada.
Mengadopsi elemen RPG, sistem level diperkenalkan.
Mengadopsi elemen RPG, sistem level diperkenalkan.
Ia membantu memberikan gambaran soal disparitas kekuatan antara Anda dan area London yang hendak Anda "bersihkan".
Ia membantu memberikan gambaran soal disparitas kekuatan antara Anda dan area London yang hendak Anda “bersihkan”.
Sistem baru lain yang disematkan adalah elemen RPG yang lebih kental. Kita tidak tengah membicarakan sistem pohon skill yang memang sudah ditawarkan di seri sebelumnya, melainkan kini dengan sistem level. Area London kini terbagi dalam beberapa tingkat level untuk memberikan sedikit gambaran soal perbedaan kekuatan Anda dan ancaman yang harus Anda hadapi. Sistem pertarungan yang lebih kompleks dan tak lagi terasa overpower seperti seri sebelumnya membuat mekanisme baru ini lebih signikan. Perbedaan level yang terlalu jauh bisa diterjemahkan sebagai sebuah handicap, yang berarti membuat Anda selangkah lebih dekat dengan kematian.
Pertarungan di Syndicate memang terasa lebih kompleks. Walaupun kita sudah memasuki “era” modern, ia masih berfokus pada pertarungan secara melee yang kini tak ubahnya sistem gunting, batu, kertas yang lebih menuntut. Menyerang di saat yang tepat, melakukan counter dan membuka pertahanan musuh ketika dibutuhkan, menghabisi satu musuh saja bisa memakan waktu yang lama jika Anda bertarung tanpa menaikkan pohon skill untuk ekstra kemampuan ofensif. Bertarung dengan banyak musuh sekaligus yang menyerang dari segala arah? Kesempatan Anda untuk bertahan hidup semakin kecil. Namun mengkombinasikannya dengan beda level karakter dan area yang terlalu jauh? Maka bersiaplah untuk berhadapan dengan kematian. Mengapa? Karena efek level tersebut bisa dibilang signifikan. Karakter dengan level lebih tinggi akan punya damage jauh lebih besar dan HP yang lebih alot. Kombinasi yang cukup untuk membuat Anda terlihat seperti anak ayam di hadapan serigala bengis.
Sistem pertarungan di AC Syndicate terasa lebih sulit dan kompleks, membuat perbedaan level bisa berujung jadi jaminan kematian.
Sistem pertarungan di AC Syndicate terasa lebih sulit dan kompleks, membuat perbedaan level bisa berujung jadi jaminan kematian.
Sistem "gunting, batu, kertas" yang lebih kentara diimplementasikan di sistem pertarungan kali ini. Dengan sekali-kali, Anda harus menghindari serangan senjata api yang muncul acak.
Sistem “gunting, batu, kertas” yang lebih kentara diimplementasikan di sistem pertarungan kali ini. Dengan sekali-kali, Anda harus menghindari serangan senjata api yang muncul acak.
Level juga menentukan varian equipment dan senjata yang bisa Anda gunakan. Semakin tinggi level, semakin kuat pula status yang ia tawarkan.
Level juga menentukan varian equipment dan senjata yang bisa Anda gunakan. Semakin tinggi level, semakin kuat pula status yang ia tawarkan.
Tinggi level karakter tak hanya menunjukkan seberapa banyak skill yang sudah berhasil Anda buka, tetapi juga membuka kesempatan untuk mengenakan serangkaian equipment, senjata ataupun armor untuk ekstra kemampuan bertahan hidup lebih baik. Benar sekali, varian armor dan senjata kini juga dibatasi oleh level, membuat sistem ini jauh lebih signifikan dari yang seharusnya.
Apakah ini berarti Anda tak punya kesempatan untuk menundukkan area dengan range 1-2 level lebih tinggi? Tentu saja tidak. Anda selalu punya opsi untuk melakukan instant kill dengan menggunakan mekanisme stealth yang ada. Berbeda dengan seri-seri AC sebelumnya yang tak membuatnya berbeda, Syndicate menyuntikkan dua status untuk tiap karakter – stealth dan non-stealth. Dengan hanya menekan satu tombol saja, karakter bisa masuk ke dalam mode stealth yang tak hanya diikuti dengan aksi menutup wajah dengan hood khas Assassin, tetapi juga bergerak lebih lambat dengan langkah kaki yang lebih sunyi. Mode stealth juga memungkinkan karakter Anda untuk melakukan cover ketika bergerak mendekat ke dinding terdekat. Sementara mode non-stealth memang lebih difokuskan ketika Anda butuh bergerak lebih cepat atau sekedar eksplorasi.
Mode stealth - non-stealth kini bisa diaktifkan secara langsung. Stealth yang ditandai dengan digunakannya hood menawarkan gerak lebih lambat dan sunyi.
Mode stealth – non-stealth kini bisa diaktifkan secara langsung. Stealth yang ditandai dengan digunakannya hood menawarkan gerak lebih lambat dan sunyi.
Grand Theft Assassin..
Grand Theft Assassin..
Rope Launcher, perlengkapan baru yang cukup untuk membuat arwah-arwah Assassin di masa lalu iri.
Untuk membuat eksplorasi kota London yang lebih luas dengan ekstra gedung tinggi menjadi lebih nyaman untuk dieksekusi, Syndicate juga menyuntikkan dua mekanisme baru. Pertama, tentu saja kendaraan. Seperti halnya sistem di GTA, Anda kini bisa merebut dan menggunakan setiap kereta kuda yang Anda temukan di jalan untuk bergerak lebih cepat. Ada beberapa misi baru  juga yang berkisar pada mekanisme baru ini, dari mengejar hingga mengantarkan target. Anda juga bisa melompat dan membunuh musuh dari satu kereta kuda ke kereta kuda lainnya. Mekanisme baru kedua? Perkenalkan Rope Launcher – sebuah grappling hook ala Batman yang akan memungkinkan karakter Anda untuk bergerak vertikal, setinggi apapun, secara instan. Tak perlu lagi mati-matian memanjat hanya untuk point sinkronisasi, Rope Launcher akan cukup untuk membuat para Assassin di masa lalu menjerit iri karena kemudahan yang ia tawarkan. Ia juga memungkinkan Anda untuk bergerak cepat dari satu point gedung ke gedung lainnya tanpa perlu lagi memanjat ulang.
Terlepas dari beragam mekanik baru yang ia tawarkan, cita rasa khas Assassin's Creed masih melekat sangat kuat.
Terlepas dari beragam mekanik baru yang ia tawarkan, cita rasa khas Assassin’s Creed masih melekat sangat kuat.
Secara garis besar, terlepas dari hal baru yang ditawarkan Ubisoft di Assassin’s Creed Syndicate, ia masih tetap terasa seperti sebuah seri Assassin’s Creed yang kita kenal. Ia memang menawarkan sistem dua karakter, Rope Launcher, kendaraan, dan sistem level untuk membatasi gerak karakter, namun pada akhirnya, ia tetaplah sebuah game open-world yang menawarkan Anda serangkaian side mission bersama dengan misi utama untuk melanjutkan cerita. Sebuah formula yang tampaknya tak lagi terasa asing untuk para veteran franchise ini.

Desain Side Mission yang Jauh Lebih Baik

Lupakan mimpi buruk Unity! AC Syndicate hadir dengan desain side mission yang jauh lebih berkualitas!
Lupakan mimpi buruk Unity! AC Syndicate hadir dengan desain side mission yang jauh lebih berkualitas!
Acungan dua jempol pantas untuk diarahkan untuk elemen yang menurut kami pribadi, merupakan lonjakan tersendiri dari seri AC Unity sebelumnya. Berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan trauma segudang ikon yang saling tumpang tindih di peta Paris AC Unity? Dimana Ubisoft mati-matian berusaha menghadirkan ilusi bahwa mereka menyematkan begitu banyak aktivitas untuk dinikmati? Berita buruknya, ia seringkali berakhir dengan kekecewaan karena sebagian besar ikon ini ternyata mepresentasikan aktivitas side mission yang terasa remeh-temeh, membosankan, dan repetitif. Untungnya, ia mengalami perbaikan yang sangat signifikan di AC Syndicate kali ini. Tak lagi menawarkan kuantitas, ia kini lebih menjual kualitas. Sebuah pendekatan yang tentu saja, harus disambut dengan positif.
Peta kini lebih "bersih". Anda hanya butuh melakukan 4-8 misi sampingan untuk membersihkannya dari pengaruh Templar.
Peta kini lebih “bersih”. Anda hanya butuh melakukan 4-8 misi sampingan untuk membersihkannya dari pengaruh Templar.
Tak lagi sekedar menjual kuantitas, AC Syndicate lebih berfokus pada kualitas tiap side mission yang menawarkan tantangan dan daya tarik lebih kuat.
Tak lagi sekedar menjual kuantitas, AC Syndicate lebih berfokus pada kualitas tiap side mission yang menawarkan tantangan dan daya tarik lebih kuat.
Sesuai dengan tema utama yang berkisar pada usaha untuk melemparkan kekuatan gang bernama Blighters yang jadi pondasi kekuasaan Templar di London, maka AC Syndicate menawarkan desain misi sampingan yang lebih mengakar pada konsep tersebut. Anda akan berhadapan dengan London yang terpecah atas beragam region-region lebih kecil, yang masing-masing darinya, terbagi ke dalam area yang lebih kecil lagi. Misi utamanya adalah “membersihkan” area-area ini. Tak lagi harus berhadapan dengan segudang misi sampingan yang tak punya tujuan apapun, setiap side mission yang Anda selesaikan akan memberikan pengaruh pada misi utama ini. Satu area kini mungkin hanya akan membuat 6-8 misi sampingan yang harus diselesaikan.
Ia mampu membuat identitas Anda sebagai seorang Assassin yang punya peran signifikan semakin menonjol.
Ia mampu membuat identitas Anda sebagai seorang Assassin yang punya peran signifikan semakin menonjol.
Gang War!!
Gang War!!
Kerennya lagi? Anda tak akan berhadapan dengan misi omong kosong yang terasa sia-sia. Sebagian besar misi sampingan yang Anda lalui memang mencerminkan peran aktif Anda sebagai seorang Assassin yang tengah berjuang membebaskan London. Anda menyelamatkan pekerja anak, membunuh target Templar, menculik agen yang mungkin berhadapan dengan mereka, hingga mengobarkan perang gang untuk merebut alih kekuasaan secara permanen. Semuanya ditawarkan dalam bentuk ikon yang tak lagi tumpah tindih satu sama lain. Tiap misi ini menawarkan ekstra tantangan dan kebebasan metode untuk diselesaikan. Begitu semua misi sampingan ini ditundukkan, Anda akan bertarung dalam pertempuran gang dengan pemimpin Blighters di region tersebut. Sebuah pengalaman Assassin’s Creed yang lebih terasa tepat sasaran.
Tak hanya itu saja, Ia juga memuat beberapa misi ekstra yang tak berhubungan dengan misi sampingan tersebut, seperti kesempatan untuk merampok harta karun dari kereta milik Blighters atau mencuri kargo dari kapal mereka di sungai Thames, misalnya. Ia tak berpengaruh signifikan pada usaha untuk membersihkan London, namun menyumbang kontribusi uang dan experience untuk memperkuat karakter Anda. Uang menjadi elemen yang penting bukan hanya karena beragam item dan equipment yang harus Anda crafting berdasarkan blueprint yang Anda temukan atau reward misi, tetapi juga sebagai pondasi untuk memperkuat gang – The Rooks yang Anda kuasai. Benar sekali, selain pohon skill untuk karakter utama yang Anda gunakan, gang Anda akan punya pohon skill lain yang akan punya pengasruh tersendiri pada efektivitas mereka di dalam kota.
Pohon skill kini juga tersedia untuk memperkuat anggota gang Anda.
Pohon skill kini juga tersedia untuk memperkuat anggota gang Anda.
Tokoh-tokoh dunia yang lebih ikonik!
Tokoh-tokoh dunia yang lebih ikonik!
Kerennya lagi? Pesona misi sampingannya tak berhenti begitu saja di sana. Assassin’s Creed Syndicate juga menawarkan beberapa misi “cerita ekstra” dengan karakter-karakter sejarah ikonik dengan adaptasi tema yang juga sama kuatnya. Anda akan bertemu dengan Charles Darwin yang teori evolusinya masih terus ditentang oleh kaum agamais di kala itu, atau Karl Marx yang berjuang untuk mengorbarkan ideologinya kepada rakyat London, atau Charles Dickens yang aktif menelusuri beragam fenomena aneh di London. Ada perasaan yang kuat bahwa peran Anda sebagai tokoh di belakang layar lah yang membuat nama-nama ini bertahan hidup dan punya kesempatan untuk mengungkapkan beragam terobosan ide kreatif mereka kepada dunia. Semuanya dibangun dengan racik misi yang tepat dan tentu saja, voice acts yang tak kalah luar biasa.
Assassin’s Creed Syndicate mengeksekusi misi sampingan yang ia tawarkan jauh lebih sempurna dibandginkan beberapa seri AC sebelumnya. Bukan lagi sekedar datang ke satu titik ikon dan bekerja layaknya seorang pembantu dengan peran yang tak terasa signifikan, melakukan hal remeh temeh yang repetitif, mereka berhasil menjual kualitas di atas kuantitas di Syndicate. Setiap misi punya daya tarik dan ekstra tantangannya sendiri.
Rule number one? We don't talk about Fightclub..
The first rule of Fight Club is: you do not talk about Fight Club..
Berita yang lebih baik? Mereka tak menjadikan misi seperti mengumpulkan glitch, peti, dll sebagai sesuatu yang pantas untuk diikutsertakan di dalam peta. Anda bisa melakukannya untuk mendapatkan ekstra resource demi crafting, namun tak terasa seperti sebuah aktivitas wajib. Sistem mekanik baru seperti penggunaan kendaraan juga melahirkan misi sampingan baru seperti balap atau time attack dengan ekstra misi Fight Club yang juga memungkinkan Anda bertarung tangan  kosong di arena untuk membuktikan seberapa kuatnya Anda.

Komplain Utama? Cerita Futuristik Omong Kosong!

Not this again..
Not this again..
Jika ada satu hal yang membuat kami merasa kecewa dan sedih dengan AC Syndicate adalah fakta bahwa Ubisoft masih berjuang keras untuk mendorong sebuah plot yang sebenarnya tak lagi terasa sepenting di seri-seri awal. Anda masih ingat ketika Anda berperan sebagai Desmond Miles di tiga seri utama Assassin’s Creed pertama? Pertarungan Templar dan Assassin di era futuristik di kala itu terasa sebagai plot utama yang terus menarik perhatian dan memancing rasa penasaran karena memang ada konflik utama di sana. Desmond diceritakan sebagai seorang Mesias yang akan mampu menyelamatkan dunia dari kiamat. Di sinilah, tokoh-tokoh dari First Civilization punya peran dan selalu mengundang keterkejutan, apalagi di seri Assassin’s Creed 2. Anda harus tahu apa yang sebenarnya tengah terjadi dan seberapa penting sebenarnya peran Desmond di sana.
Namun sepeninggal Desmond dan mulai masuknya ia sebagai “karakter sampingan” untuk seri-seri AC selanjutnya, point futuristik ini seperti kehilangan arah. Ubisoft sebenarnya sangat mengerti hal tersebut. Ia dengan jelas tidak menawarkan karakter baru sekelas Desmond untuk membuat fokus cerita lebih mengarah pada nilai jual historis, sekaligus meminalisir gamer dari omong kosong Abstergo dan Templar di masa depan. Namun sayang seribu sayang, mereka tak menyerah begitu saja. Assassin’s Creed Syndicate kembali berusaha membangun pondasi untuk sebuah konflik yang menurut kami pribadi, akan jauh lebih menarik untuk dibuang jauh-jauh dan tak perlu diikuti lagi.
Berusaha "mendorong" konsep futuristik AC dengan konflik baru terasa seperti omong kosong besar.
Berusaha “mendorong” konsep futuristik AC dengan konflik baru terasa seperti omong kosong besar.
Sulit untuk peduli jika Anda bahkan tak punya lagi kesempatan interaktif di dalamnya.
Sulit untuk peduli jika Anda bahkan tak punya lagi kesempatan interaktif di dalamnya.
Anda akan bertemu kembali dengan salah satu tokoh penting di First Civilization yang kembali membuka dan menawarkan sebuah “solusi” untuk konflik masa depan yang tampaknya akan jadi sumber masalah baru. Berita buruknya? Berbeda dengan Desmond dimana Anda punya kendali penuh dan memang bermain peran sebagai dirinya di beberapa titik, Ubisoft memutuskan untuk “meniadakan” elemen futurisik tersebut dari gameplay.
Bull..
Bull..
Semua hal yang terjadi di masa depan AC Syndicate hanya ditawarkan dalam bentuk film CGI yang memperlihatkan konflik yang tengah terjadi. Terus, bagaimana mungkin gamer, termasuk kami bisa merasa terhubung dan peduli dengan konflik baru ini jika ia dilemparkan “malas” dan sekilas dalam bentuk CGI tanpa ada keterlibatan sama sekali? Di sinilah, Ubisoft gagal. Gagal membuat kami merasa harus peduli, khawatir, dan memerhatikan apapun yang akan terjadi di masa depan dengan First Civilization kembali jadi fokus. Terkesan dipaksakan, benang merah ini sudah seharusnya putus dan mati sejak Desmond tak lagi eksis.

Kejutan! Kejutan! Kejutan!




SPOILERS
JANGAN MEMBACA SESI INI JIKA ANDA BERKEBERATAN DENGAN SPOILER AC: SYNDICATE SETELAH CERITA UTAMA



Untuk pertama kalinya, sebuah seri AC menawarkan konten ekstra setelah akhir cerita.
Untuk pertama kalinya, sebuah seri AC menawarkan konten ekstra setelah akhir cerita.
Ada satu hal lainnya yang membuat kami jatuh hati dengan AC Syndicate secara instan, sebuah kejutan yang tak pernah kami prediksikan sebelumnya. Anda masih ingat dengan sesi perang dunia kedua di AC Unity yang diperlakukan sebagai kesalahan memori? Sebuah timeline yang lebih maju melawan para Nazi ini tentu tak bisa dilupakan begitu saja. Terlepas dari tema menarik yang ia usung, eksekusi yang dilakukan Ubisoft harus diakui, buruk. Pertama, sebagian besar waktu yang Anda habiskan di timeline menarik ini berakhir hanya sekedar eksplorasi, memanjat, dan beraksi dalam sebuah format yang sangat linear. Kesalahan kedua dan yang paling fatal? Fitur yang bisa jadi kejutan tersebut justru dibuka kepada publik lewat sebuah trailer, menghilangkan charm yang seharusnya bisa semakin membuat Unity terasa luar biasa.
Fakta bahwa Syndicate menawarkannya sebagai konten "cuma-cuma" terlepas dari fakta bahwa ia bisa dieksploitasi jadi DLC berbayar pantas diapresiasi.
Fakta bahwa Syndicate menawarkannya sebagai konten “cuma-cuma” terlepas dari fakta bahwa ia bisa dieksploitasi jadi DLC berbayar pantas diapresiasi.
Misi Victoria berkisar pada usaha untuk menangkal kekuasaan Templar kembali.
Misi Victoria berkisar pada usaha untuk menangkal kekuasaan Templar kembali.
AC Syndicate juga belajar dari kesalahan ini. Berbeda dengan desain misi seri-seri AC sebelumnya yang biasanya berakhir setelah cerita utama selesai, Ubisoft Quebec menawarkan dua varian misi berbeda yang justru baru akan dibuka setelah Anda menyelesaikan cerita utama di AC Syndicate. Pertama adalah misi Queen Victoria. Setelah berhasil membebaskan London dari kekuasan Templar dan mengembalikan kekuasaan monarki ke tangan Victoria, Anda berperan tak ubahnya kekuatan “rahasia” yang diandalkan untuk memastikan kekuatan Templar ini tak kembali dalam waktu dekat. Bertemu dan berinteraksi dengan Queen Victoria secara langsung dan menempuh misi darinya langsung jadi daya tarik tersendiri. Mengapa? Karena kita semua tahu, bahwa di masa lalu, konten “pendek” seperti ini bisa saja mereka jual sebagai DLC.
Ini mungkin jadi momen paling mengejutkan. Tak pernah masuk sebagai bahan promosi, eksplorasi di era perang dunia pertama jadi kejutan yang menyenangkan.
Ini mungkin jadi momen paling mengejutkan. Tak pernah masuk sebagai bahan promosi, eksplorasi di era perang dunia pertama jadi kejutan yang menyenangkan.
Kerennya? Anda tetap berperan sebagai keturunan Frye.
Kerennya? Anda tetap berperan sebagai keturunan Frye.
Berbeda dengan Unity yang linear, konsep ini diaplikasikan dalam sesi open-world kecil di dalam London masa depan itu sendiri.
Berbeda dengan Unity yang linear, konsep ini diaplikasikan dalam sesi open-world kecil di dalam London masa depan itu sendiri.
Lengkap dengan desain dan efek visual dramatisnya sendiri.
Lengkap dengan desain dan efek visual dramatisnya sendiri.
Hal kedualah yang membuat kami terkejut. Mengapa? Karena terlepas dari hype yang berusaha dibangun Ubisoft selama beberapa bulan terakhir, mereka sama sekali tidak pernah membocorkan misi ekstra setelah tamat yang satu ini. Benar sekali, sebuah anomali kini melemparkan Anda ke masa depan, ketika London tengah diserang di Perang Dunia Pertama. Namun berbeda dengan format AC Unity yang bergerak secara linear, Quebec benar-benar menawarkan sebuah porsi London “masa depan” yang bisa Anda eksplorasi dengan sistem misi utama dan sampingan yang serupa. Anda bahkan bisa bertemu dengan Winston Churchill di dalamnya. Kerennya lagi? Bukan karakter asing, Anda berperan sebagai Assassin dari keturunan Frye. Sayangnya, Anda tak bisa menggunakan teknologi yang tersedia di peta seperti mobil / tank yang ada untuk sekedar bersenang-senang.
Surprise!
Surprise!
Dua konten ekstra yang punya nilai jual lebih ini dan berakhir jadi rahasia selama proses marketing tentu saja membuat kami terkejut, sekaligus tak segan melemparkan acungan dua jempol untuk Ubisoft. Pertama, karena ia jadi konten yang bisa diprediksi yang menyempurnakan elemen seri sebelumnya. Kedua? Mereka memutuskan untuk tidak menjadikannya sebagai DLC yang seharusnya jadi praktik “standar” industri saat ini.


SPOILERS ENDS



Kesimpulan

AC Syndicate part 2 jagatplay (22)
AC Syndicate tetaplah sebuah seri game open-world yang menarik untuk dinikmati. Ia akan jadi seri solid yang cukup memuaskan para penggemar franchise ini, apalagi jika Anda termasuk yang cukup kecewa dengan Unity tahun lalu. AC Syndicate terlihat belajar banyak dari beragam keluhan yang sempat didengungkan gamer tahun lalu, menyulap, dan mengimplementasikan semua hal yang akan mudah membuat mereka jatuh hati
Jadi apa yang bisa disimpulkan dari Assassin’s Creed Syndicate? Sebuah seri yang solid, ini mungkin kalimat yang paling tepat untuk menggambarkannya. Ia menawarkan banyak hal yang baru terutama dari mekanik gameplay yang ditawarkan hingga side mission yang lebih menonjolkan kualitas daripada kuantitas. Namun pada akhirnya, ia tak berakhir menawarkan sesuatu yang berbeda secara signifikan. Secara inti, AC Syndicate tetaplah sebuah seri Assassin’s Creed yang selama ini Anda kenal, yang menjual desain open-world yang serupa namun kali ini dengan kombinasi elemen yang lebih tepat. Minim masalah teknis, Quebec belajar banyak dari blunder yang dilakukan Unity. Semua keunggulan tersebut dikombinasikan dengan desain kota London yang memanjakan mata.
Walaupun demikian, bukan berarti game ini hadir tanpa kekurangan. Permasalahan pertama, seperti yang sempat kami sebut di atas, adalah tema cerita futuristik melibatkan First Civilization yang sudah terkesan dipaksakan dan tak lagi menarik. Abstergo, Templar, dan Juno tak bisa lagi memancing rasa penasaran seperti ketika Desmond masih eksis di masa lalu.
Keluhan kedua yang pantas untuk dicatat juga adalah ilusi NPC yang justru semakin parah dibandingkan Unity. Kita tidak tengah membicarakan masalah pop-up dan segalanya, tetapi fakta bahwa mereka “menolak” untuk bereaksi atas apapun aktivitas yang Anda lakukan. Membunuh seorang anggota gang lawan atau polisi di keramaian? Anda akan lebih banyak menemukan NPC yang sekedar diam. Catatan ketiga juga mengakar pada AI musuh yang sama bodohnya. Bahkan ketika aksi Stealth Anda ketahuan dan Anda sudah bertarung secara terbuka, sering kejadian bahwa AI-AI di sekitar terlihat seperti tak acuh dan tak melemparkan reaksi apapun untuk mengepung atau menyerang Anda. Hasilnya? Setiap aksi jadi minim resiko.
Namun terlepas dari catatan tersebut, AC Syndicate tetaplah sebuah seri game open-world yang menarik untuk dinikmati. Ia akan jadi seri solid yang cukup memuaskan para penggemar franchise ini, apalagi jika Anda termasuk yang cukup kecewa dengan Unity tahun lalu. AC Syndicate terlihat belajar banyak dari beragam keluhan yang sempat didengungkan gamer tahun lalu, menyulap, dan mengimplementasikan semua hal yang akan mudah membuat mereka jatuh hati. AC Syndicate adalah sebuah proyek game yang bagus dan menarik. Namun revolusioner dalam arti mengubah daya tarik Assassin’s Creed yang selama ini kita kenal? Belum sampai kesana.

Kelebihan

4 Man Finisher!!
  • Kota London yang Indah
  • Karakter yang cukup menarik
  • Desain side mission yang jauh lebih baik
  • Minim masalah teknis
  • Sensasi berkendara yang nyaman
  • Banyak karakter pendukung yang lebih ikonik
  • Animasi gerak dan serangan yang ciamik

Kelemahan

AC Syndicate part 2 jagatplay (12)
AI musuh yang semakin tolol
  • Cerita First Civilization yang mulai terasa seperti omong kosong
  • NPC penduduk yang tak reaktif pada aksi kita
  • AI musuh yang semakin bodoh
Cocok untuk gamer: pencinta franchise Assassin’s Creed, yang tak puas dengan AC Unity
Tidak cocok untuk gamer: yang tak lagi puas dengan mekanisme open-world ala AC, butuh tantangan ekstra